MAJALAH SAMUDRA ADALAH REFERENSI TEPAT INFORMASI KELAUTAN DAN PERIKANAN INDONESIA YANG ANDA BUTUHKAN
Edisi Juli 2009....
Adaptasi Perubahan Iklim
Sejumlah kota di Asia Tenggara rentan terhadap perubahan iklim. Jutaan warga harus direlokasi. Jakarta kota yang paling rentan
Teropong
Perairan Ambalat kembali memanas. Siapa yang paling berhak memiliki blok yang kaya akan minyak tersebut ?


Segera Hubungi Layanan Jual Kami !!!
Telp : (021) 782 7012



Rabu, Juli 15, 2009

Pesona Bawa Laut Pulau Nipa

Pulau Nipa, adalah pulau terluar di Kepulauan Riau yang berbatasan dengan negeri jiran Singapura. Pulau yang timbul oleh surut dan tenggelam karena air laut pasang berpotensi menjadi obyek wisata yang paling menarik. Selain lokasinya yang strategis, juga eksotis dengan pemandangan di bawah laut yang mempesona.


Sejak 2003 silam, pulau Nipa telah direklamasi oleh TNI AL dan pemerintah setempat hingga menjadi luasnya sekitar 60 hektare dengan ketinggian hanya lima meter dari permukaan laut. Bisa dibayangkan jika air sedang pasang dan ombak tinggi, nyaris pulau ini lenyap dari pandangan mata.

Pemerintah Kota Batam bersama TNI AL, pada Jumat (1/5) lalu melakukan penanaman pohon cemara laut, berkemah dengan para pemuda dan pramuka Batam di pulau tersebut. Selain berkemah, juga digelar penyelaman di dasar laut pulau Nipa. Para peserta yang mengikuti acara itu memperoleh serifikat dari Komandan Lanal TNI AL Batam, karena telah mengunjungi pulau terluar di wilayah Kepri.

Seluruh anggota Pramuka menanam pohon cemara sebanyak 200 batang, sebelumnya para peserta melakukan diving (penyelaman). Acara penanaman pohon itu melibatkan Wakil Walikota Batam Ria Saptarika, Dan Lanal Batam Kolonel Muhamad Faisal, Kepala Kantor Pemuda dan Olahraga Batam Jefriddin, Camat Belakang Padang, Danramil dan Kapolsek Belakang padang.

Sedangkan Pramuka terdiri dari Saka Bahari, Pramuka SMA Negeri I dua regu, SMA 2 Belakang Padang dua regu, SMA 12 Baloi dua regu, SMA 12 Sengkuang dua regu, dan Madrasah Aliah Darul Islam dua regu, dan pendukung personil Lanal Batam. Semua peserta yang mengunjungi Pulau Nipa sebanyak 250 orang.

Di Pulau terluar ini sudah berdiri rumah adat Minahasa berlantai dua. Rumah itu biasa dikunjungi para tamu, ada juga tower setinggi 30 meter untuk memonitor situasi di perbatasan dan berjajar barak-barak para tentara AL. Fasilitas jalan menuju pos TNI AL dipasangi paving blok. Bila malam tiba pos sekeliling menjadi terang benderang dari sinar lampu ribuan watt.

Pulau ini masuk dalam wilayah Kelurahan Pemping Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam. “Kami yakin, pulau Nipa akan berkembang menjadi obyek wisata bahari terutama diving yang sangat eksotis,” kata Ria Saptarika.

Bagi penduduk sekitar Pulau Nipa juga disebut Pulau Angup. Secara geologi Pulau ini diinterprestasikan kelanjutan dari gugusan pulau Batam-Rempang-Galang (Barelang). Khususnya, Pulau Pemping, Pulau Kelapa Jerih, dan Pulau Bulan.

Secara geografis Nipa terletak diantara Selat Philip dan Selat Utama, yang berbatasan langsung dengan Singapura. Karena letaknya yang sangat strategis itu dan merupakan pulau terluar terkait perbatasan kedua negara. Sesuai perjanjian yang telah disepakati kedua negara pada 25 Mei 1973, di Pulau Nipa terdapat titik referensi dan titik dasar dalam penarikan batas wilayah Indonesia dan Singapura.

Pada Februari 2004, Presiden Megawati Soekarnoputri menerakan tapak kakinya di monumen dan menanam pohon cemara laut yang ketika itu Pulau Nipa hanya tersisa
0,62 hektar saat pasang laut. Melalui kucuran dana Rp 300 miliar, maka dilakukan reklamasi kembali pada awal oktober 2004.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ingin cetak biru Pulau Nipa segera dibuat agar dapat segera memainkan posisi strategis di Selat Malaka,. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Pertahanan dan Keamanan Yuwono Sudarsono, usai rapat kabinet terbatas (3/2-2009). Pembangunan Pulau ini akan diselaraskan dengan kawasan perdagangan bebas dengan Pulau Bintan, Batam dan Pulau Tanjung Balai Karimun.

Menurut Kepala Bagian Humas Pemko Batam, Yusfa Hendri mengatakan, pihaknya akan segera melakukan penataan yang berkaitan dengan aspek pembangunan bernuansa wisata bahari. Dengan demikian, diharapkan akan menjadi salah satu tujuan wisata bagi para penyelaman maupun turis mancanegara. Langkah awal lanjutnya, adalah mengerakan kalangan kawula muda dan pramuka untuk dapat berpartisipasi menghijaukan kembali Pulau Nipa yakni dengan menanam ratusan pohon cemara laut.

Anita Siswi SMA Negeri I Batam yang juga sebagai anggota Pramuka mengatakan, selama mengikuti acara kemah di Pulau Nipa itu ia mendapat pengetahuan dan pengalaman baru. “Ternyata, posisi Pulau ini sangat vital bagi Indonesia. Kalau tidak direklamasi pulau tersebut akan lenyap digerus ombak,”tukasnya.

Hal senada juga disampaikan Angghie pelajar kelas dua SMA 12 Baloi menuturkan, betapa menakjubkan keindahan bawa laut di sekitar pulau Nipa. Keindahan terumbu karangnya dengan ikan-ikan hias berwarna-warna sangat eksotis. “Kalau saja Pulau Nipa tidak diekploitasi pasir lautnya, mungkin jauh lebih indah pemandangan di bawah lautnya,”pungkasnya.

Agaknya, pemerintah harus lebih serius mendorong potensi wisata bahari di kawasan perairan Pulau Nipa. Pembangunan sarana dan prasaran menjadi prioritas untuk segera dilaksanakan. Komitmen semua pihak perlu terjalin secara komprehensif dalam mewujudkan tujuan wisata bahari di pulau terluar ini.

Gubernur Kepri Ismeth Abdullah menyambut baik rencana Pemko Batam untuk menjadikan Pulau Nipa sebagai tujuan wisata bahari. Kemudian imbuh Ismeth perlu dilakukan langkah-langkah konkrit untuk mencarikan investor yang akan membangun pulau yang hanya berjarak sekitar dua kilometer dari negeri jiran Singa itu. “Cukup bagus kalau dibuatkan lapangan golf, namun harus direklamasi lagi,”kilahnya.
Selain diperuntukan sebagai tujuan wisata bahari pulau ini juga akan dkembangkan menjadi sarana bagi kapal-kapal asing untuk singgah berlabuh. Rasanya bukan mimpi menjadikan perairan disekitar pulau Nipa sebagai tempat parkir kapal-kapal dunia, kata Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal, di Batam, Rabu (6/5) lalu. Hal ini dimungkinkan bila perairan pulau terluar Indonesia tersebut disediakan pelbagai fasilitas jadi daya tarik kapal-kapal yang berlabuh.

“Kita bisa mengutip kapal bila ada jasa pelayanan, seperti lokasi labuh, penyediaan air tawar serta BBM juga jasa kepelabuhan lainnya. Dan tentunya, tarifnya lebih murah daripada kapal mengantre di pelabuhan Singapura,” kilah Jusman. Oleh karena itu pemerintah, TNI AL dan masyarakat Batam mendukung upaya positif menuju terwujudnya Pulau Nipa modern.

1 komentar:

Anonim,  26 Februari 2022 pukul 06.21  

How To Play Slots Online - Casino Roll
Slots bet365 우회 주소 machines can be played by players from all over 사다리 게임 사이트 the 토토 가입 머니 world. And as a result, they are always available at a high speed. Play over 1200 slots on 블랙 잭 만화 this website. 대딸 야동

Opini

H.Yussuf Solichien Martadiningrat
Pengamat Politik Militer dan Ketua Umum DPP HNSI.

Setelah Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan dapat dikuasai, Malaysia berambisi untuk menguasai perairan Blok Ambalat yang diperkirakan kaya sumber daya minyak dan gas bumi. Keberanian Malaysia untuk mengklaim wilayah peairan Blok Ambalat tidak datang secara tiba-tiba, namun merupakan hasil kalkulasi politik dan strategi perang yang sudah diperhitungkan secara mendalam. Read more...

Tokoh

Alex Retraubun,Dirjen KP3K, DKP
Memberdayakan Pulau-pulau Kecil

Isu Ambalat belakangan ini kembali menyeruak. Pelanggaran yang dilakukan armada tempur milik Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) di kawasan garis batas (borderline) di perairan sekitar Blok Ambalat. Semisal, pada 4 Juni lalu, sebuah kapal perang Malaysia kembali masuk sekitar dua mil kedalam wilayah negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Read more....



Advertorial

Launching PNPM Mandiri
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Kelautan dan Perikanan (PNPM Mandiri-KP) resmi diluncurkan. Suatu upaya untuk memberdayakan masyarakat pesisir secara mandiri.
PNPM Mandiri KP merupakan bagian dari program nasional penanggulangan kemiskinan dalam lingkup PNPM Mandiri kategori penguatan. Program ini merupakan program pemberdayaan yang berbasis sektoral, kewilayahan, dan difokuskan untuk menanggulangi kemiskinan.
(advertorial Samudra Edisi April 2009)

  © Blogger templates Newspaper III by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP