MAJALAH SAMUDRA ADALAH REFERENSI TEPAT INFORMASI KELAUTAN DAN PERIKANAN INDONESIA YANG ANDA BUTUHKAN
Edisi Juli 2009....
Adaptasi Perubahan Iklim
Sejumlah kota di Asia Tenggara rentan terhadap perubahan iklim. Jutaan warga harus direlokasi. Jakarta kota yang paling rentan
Teropong
Perairan Ambalat kembali memanas. Siapa yang paling berhak memiliki blok yang kaya akan minyak tersebut ?


Segera Hubungi Layanan Jual Kami !!!
Telp : (021) 782 7012



Senin, April 06, 2009

PPS Bitung : Berusaha Menyaingi General Santos

Dalam kurun waktu relatif singkat, pelabuhan ini naik kelas.Dari berstatus nusantara melesat menjadi samudera.

Sejumlah pekerja sedang membersihkan dinding, meja serta lantai berwarna dominan putih terbuat dari keramik. Ada yang mengosok meja, menyikat lantai dan lain sebagainya. Kesibukan para pekerja itu, dilakukan usai mereka bekerja membersihkan ikan. Dari bagian ikan yang tidak diperlukan, ditaruh dalam tempat untuk dimusnahkan.
Keteraturan itu dijalankan karena mengacu standar international. Dengan demikian, aspek kelestarian lingkungan sekitar dapat terjaga dan tidak memunculkan pencemaran.

Penanganan ikan yang di beli dari hasil tangkapan nelayan sekitar, lalu diolah sesuai permintaan pembeli. Produk hasil pengolahan ikan tuna, cakalang, layang, pedang, marlin, lemadang, tongkol dan tenggiri ini di pasarkan dalam bentuk ikan segar, ikan beku, ikan kaleng, ikan kayu atau hasil olahan setengah jadi. Negara tujuan ekspor seperti, Amerika, Jepang, Singapura, Taiwan, Cina, Philipina serta beberapa negara Uni Eropa

“ Kami harus menjaga kebersihan baik di luar maupun dalam pabrik pengolahan ikan agar selalu higienis,” kata Budi Wahono Manager Unit Pengolahan Ikan (UPI) PT Sari Tuna Makmur di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bitung, Sulawesi Utara , kepada Samudra, Sabtu (28/2) lalu. Tahun lalu, pihaknya, telah memasarkan sekitar 400 ton produk hasil pengolahan perikanan ke Israel, Rusia, Belanda, dan Austria.

Sudah menjadi ketentuan dan harus diterapkan bagi pelaku usaha perikanan yang berorientasi ekspor. Yakni, semisal, standar baku sistem cold chain system (sistem rantai dingin). Ketika ikan hasil tangkapan oleh nelayan, diatas kapal harus mendapat penanganan yang prima sesuai prosedur. Kemudian, saat mendaratkan ikan dan membawanya ke pabrik pengolahan sistem rantai dingin harus dilaksanakan sebaik-baiknya. “Jika tidak, kualitas ikan akan menurun. Harganya pun menjadi rendah,”kilah Budi.

Dia menambahkan, pihaknya, memulai usaha pada 2001. Alasan utamanya, adalah hasil tangkapan ikan tuna, cakalang, layang di perairan Sulut ini terbilang berkualitas baik. Ketika itu PPS Bitung, belum selengkap seperti ini. Statusnya pun masih tempat pelelang ikan (TPI) yang dikelola oleh pemerintah daerah setempat.laju usaha PT Sari Tuna Makmur(STM), terus berkembang. Nah, pada 2006, kami menyewa lahan seluas 1500 meter persegi di PPS Bitung. “Saat ini kami bisa memproduksi 250 ton tiap bulan. Sementara produk ekspor ikan segar beku sedikitnya 8 ton tiap hari, ke Rusia, Israel, Belanda, dan Austria,” tukasnya.(Sanny mk)
Selengkapnya di Edisi Maret 2009

0 komentar:

Opini

H.Yussuf Solichien Martadiningrat
Pengamat Politik Militer dan Ketua Umum DPP HNSI.

Setelah Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan dapat dikuasai, Malaysia berambisi untuk menguasai perairan Blok Ambalat yang diperkirakan kaya sumber daya minyak dan gas bumi. Keberanian Malaysia untuk mengklaim wilayah peairan Blok Ambalat tidak datang secara tiba-tiba, namun merupakan hasil kalkulasi politik dan strategi perang yang sudah diperhitungkan secara mendalam. Read more...

Tokoh

Alex Retraubun,Dirjen KP3K, DKP
Memberdayakan Pulau-pulau Kecil

Isu Ambalat belakangan ini kembali menyeruak. Pelanggaran yang dilakukan armada tempur milik Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) di kawasan garis batas (borderline) di perairan sekitar Blok Ambalat. Semisal, pada 4 Juni lalu, sebuah kapal perang Malaysia kembali masuk sekitar dua mil kedalam wilayah negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Read more....



Advertorial

Launching PNPM Mandiri
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Kelautan dan Perikanan (PNPM Mandiri-KP) resmi diluncurkan. Suatu upaya untuk memberdayakan masyarakat pesisir secara mandiri.
PNPM Mandiri KP merupakan bagian dari program nasional penanggulangan kemiskinan dalam lingkup PNPM Mandiri kategori penguatan. Program ini merupakan program pemberdayaan yang berbasis sektoral, kewilayahan, dan difokuskan untuk menanggulangi kemiskinan.
(advertorial Samudra Edisi April 2009)

  © Blogger templates Newspaper III by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP