PPS Bitung : Berusaha Menyaingi General Santos
Dalam kurun waktu relatif singkat, pelabuhan ini naik kelas.Dari berstatus nusantara melesat menjadi samudera.
Sejumlah pekerja sedang membersihkan dinding, meja serta lantai berwarna dominan putih terbuat dari keramik. Ada yang mengosok meja, menyikat lantai dan lain sebagainya. Kesibukan para pekerja itu, dilakukan usai mereka bekerja membersihkan ikan. Dari bagian ikan yang tidak diperlukan, ditaruh dalam tempat untuk dimusnahkan.
Keteraturan itu dijalankan karena mengacu standar international. Dengan demikian, aspek kelestarian lingkungan sekitar dapat terjaga dan tidak memunculkan pencemaran.
Penanganan ikan yang di beli dari hasil tangkapan nelayan sekitar, lalu diolah sesuai permintaan pembeli. Produk hasil pengolahan ikan tuna, cakalang, layang, pedang, marlin, lemadang, tongkol dan tenggiri ini di pasarkan dalam bentuk ikan segar, ikan beku, ikan kaleng, ikan kayu atau hasil olahan setengah jadi. Negara tujuan ekspor seperti, Amerika, Jepang, Singapura, Taiwan, Cina, Philipina serta beberapa negara Uni Eropa
“ Kami harus menjaga kebersihan baik di luar maupun dalam pabrik pengolahan ikan agar selalu higienis,” kata Budi Wahono Manager Unit Pengolahan Ikan (UPI) PT Sari Tuna Makmur di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bitung, Sulawesi Utara , kepada Samudra, Sabtu (28/2) lalu. Tahun lalu, pihaknya, telah memasarkan sekitar 400 ton produk hasil pengolahan perikanan ke Israel, Rusia, Belanda, dan Austria.
Sudah menjadi ketentuan dan harus diterapkan bagi pelaku usaha perikanan yang berorientasi ekspor. Yakni, semisal, standar baku sistem cold chain system (sistem rantai dingin). Ketika ikan hasil tangkapan oleh nelayan, diatas kapal harus mendapat penanganan yang prima sesuai prosedur. Kemudian, saat mendaratkan ikan dan membawanya ke pabrik pengolahan sistem rantai dingin harus dilaksanakan sebaik-baiknya. “Jika tidak, kualitas ikan akan menurun. Harganya pun menjadi rendah,”kilah Budi.
Dia menambahkan, pihaknya, memulai usaha pada 2001. Alasan utamanya, adalah hasil tangkapan ikan tuna, cakalang, layang di perairan Sulut ini terbilang berkualitas baik. Ketika itu PPS Bitung, belum selengkap seperti ini. Statusnya pun masih tempat pelelang ikan (TPI) yang dikelola oleh pemerintah daerah setempat.laju usaha PT Sari Tuna Makmur(STM), terus berkembang. Nah, pada 2006, kami menyewa lahan seluas 1500 meter persegi di PPS Bitung. “Saat ini kami bisa memproduksi 250 ton tiap bulan. Sementara produk ekspor ikan segar beku sedikitnya 8 ton tiap hari, ke Rusia, Israel, Belanda, dan Austria,” tukasnya.(Sanny mk)
Selengkapnya di Edisi Maret 2009



0 komentar:
Posting Komentar