MAJALAH SAMUDRA ADALAH REFERENSI TEPAT INFORMASI KELAUTAN DAN PERIKANAN INDONESIA YANG ANDA BUTUHKAN
Edisi Juli 2009....
Adaptasi Perubahan Iklim
Sejumlah kota di Asia Tenggara rentan terhadap perubahan iklim. Jutaan warga harus direlokasi. Jakarta kota yang paling rentan
Teropong
Perairan Ambalat kembali memanas. Siapa yang paling berhak memiliki blok yang kaya akan minyak tersebut ?


Segera Hubungi Layanan Jual Kami !!!
Telp : (021) 782 7012



Senin, April 06, 2009

Misi Diponegoro 365 ke Lebanon

Kapal perang TNI Angkatan Laut (AL), KRI Diponegoro 365, berangkat ke Lebanon guna memenuhi tugas menjaga perdamaian di perairan negara tersebut selama 6 bulan. Inilah kapal perang tercanggih yang pernah dimiliki TNI AL setelah tiga puluh tahun tidak pernah memperoleh kapal tempur baru.

Suasana haru menyelimuti dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priuk, Jakarta Utara, Jum’at (20/3) lalu. Banyak anggota keluarga yang terdiri dari istri, dan para orang tua ikut melepaskan para suami dan anak yang akan meninggalkan mereka selama setengah tahun.
Maklum suami dan anak-anak mereka, yang adalah anggota pasukan TNI AL ini, akan melaksanakan tugas negara. Tujuan mereka adalah perairan Lebanon yang selama ini terkenal sebagai daerah konflik.
"TNI AL mendapat tugas khusus untuk menjaga perairan Libanon dan akan bergabung dengan Angkatan Laut Spanyol, Jerman dan Belgia," ujar Panglima TNI Djoko Santoso saat memberikan sambutan pada upacara pelepasan.
Perserikatan Bangsa-Bangsa memang telah memberikan kepercayaan kepada pemerintah Indonesia untuk mengirimkan kapal perangnya untuk bergabung dengan Maritime Task Force Unifil di Lebanon. “Ini kesempatan pertama bagi kami (TNI AL) khususnya KRI untuk menjadi bagian dari pasukan misi perdamaian PBB” kata Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Tedjo Edi Purdijatno, S.H.
Armada perang yang dikirimkan adalah KRI Diponegoro 365 dengan dilengkapi kekuatan personel pasukan sebanyak 99 orang. Kapal jenis korvet ini merupakan salah satu dari empat kapal terbaru yang dimiliki oleh TNI AL.
Selengkapnya ada di Majalah Samudra Edisi April 2009

0 komentar:

Opini

H.Yussuf Solichien Martadiningrat
Pengamat Politik Militer dan Ketua Umum DPP HNSI.

Setelah Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan dapat dikuasai, Malaysia berambisi untuk menguasai perairan Blok Ambalat yang diperkirakan kaya sumber daya minyak dan gas bumi. Keberanian Malaysia untuk mengklaim wilayah peairan Blok Ambalat tidak datang secara tiba-tiba, namun merupakan hasil kalkulasi politik dan strategi perang yang sudah diperhitungkan secara mendalam. Read more...

Tokoh

Alex Retraubun,Dirjen KP3K, DKP
Memberdayakan Pulau-pulau Kecil

Isu Ambalat belakangan ini kembali menyeruak. Pelanggaran yang dilakukan armada tempur milik Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) di kawasan garis batas (borderline) di perairan sekitar Blok Ambalat. Semisal, pada 4 Juni lalu, sebuah kapal perang Malaysia kembali masuk sekitar dua mil kedalam wilayah negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Read more....



Advertorial

Launching PNPM Mandiri
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Kelautan dan Perikanan (PNPM Mandiri-KP) resmi diluncurkan. Suatu upaya untuk memberdayakan masyarakat pesisir secara mandiri.
PNPM Mandiri KP merupakan bagian dari program nasional penanggulangan kemiskinan dalam lingkup PNPM Mandiri kategori penguatan. Program ini merupakan program pemberdayaan yang berbasis sektoral, kewilayahan, dan difokuskan untuk menanggulangi kemiskinan.
(advertorial Samudra Edisi April 2009)

  © Blogger templates Newspaper III by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP