Misi Diponegoro 365 ke Lebanon
Kapal perang TNI Angkatan Laut (AL), KRI Diponegoro 365, berangkat ke Lebanon guna memenuhi tugas menjaga perdamaian di perairan negara tersebut selama 6 bulan. Inilah kapal perang tercanggih yang pernah dimiliki TNI AL setelah tiga puluh tahun tidak pernah memperoleh kapal tempur baru.
Suasana haru menyelimuti dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priuk, Jakarta Utara, Jum’at (20/3) lalu. Banyak anggota keluarga yang terdiri dari istri, dan para orang tua ikut melepaskan para suami dan anak yang akan meninggalkan mereka selama setengah tahun.
Maklum suami dan anak-anak mereka, yang adalah anggota pasukan TNI AL ini, akan melaksanakan tugas negara. Tujuan mereka adalah perairan Lebanon yang selama ini terkenal sebagai daerah konflik.
"TNI AL mendapat tugas khusus untuk menjaga perairan Libanon dan akan bergabung dengan Angkatan Laut Spanyol, Jerman dan Belgia," ujar Panglima TNI Djoko Santoso saat memberikan sambutan pada upacara pelepasan.
Perserikatan Bangsa-Bangsa memang telah memberikan kepercayaan kepada pemerintah Indonesia untuk mengirimkan kapal perangnya untuk bergabung dengan Maritime Task Force Unifil di Lebanon. “Ini kesempatan pertama bagi kami (TNI AL) khususnya KRI untuk menjadi bagian dari pasukan misi perdamaian PBB” kata Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Tedjo Edi Purdijatno, S.H.
Armada perang yang dikirimkan adalah KRI Diponegoro 365 dengan dilengkapi kekuatan personel pasukan sebanyak 99 orang. Kapal jenis korvet ini merupakan salah satu dari empat kapal terbaru yang dimiliki oleh TNI AL.
Selengkapnya ada di Majalah Samudra Edisi April 2009



0 komentar:
Posting Komentar